Manajemen Diabetes Selama Bulan Puasa Ramadan

Selama bulan Ramadan, seluruh umat Muslim di seluruh dunia harus berpuasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Mereka hanya diperbolehkan mengambil makanan pada malam hari dan mengamati puasa di siang hari. Pada orang yang sehat, puasa tidak akan menimbulkan masalah. Namun, pada pasien dengan diabetes (tipe 1 dan tipe 2) puasa selama bulan Ramadhan dapat berisiko mereka menyerah pada komplikasi jika mereka tidak mengambil tindakan pencegahan.

Waspada, Berikut Gejala Diabetes yang Menyerang Tubuh - Minews ID
Manajemen Diabetes Selama Bulan Puasa Ramadan

“Proporsi besar pasien diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang berpuasa selama Ramadhan merupakan tantangan bagi dokter untuk memberikan pendidikan yang lebih intensif sebelum berpuasa dan menekankan perlunya pemantauan glukosa darah yang lebih dekat selama puasa.” – (EPIDIAR) studi

Studi juga menunjukkan bahwa ada pergeseran waktu makan, pola makan, jenis makanan yang dimakan dan asupan kalori total selama bulan Ramadan.

“Saran medis terkadang diabaikan karena alasan agama. Kadang-kadang seorang Muslim yang setia akan berkata, ‘Allah akan melindungi saya’. Dia mungkin tidak takut mati atau bahkan mungkin ingin mati sehingga bertemu Sang Pencipta. Menasihati pasien dengan mengatakan ‘menemui dokter dan mematuhi pengobatan adalah sunnat (preseden) Nabi Mohammad. Untuk menolak akan menjadi dosa.” – JRSM (Journal of Royal Society of Medicine)

Penting untuk memberi tahu pasien Muslim bahwa itu bukan dosa untuk melewatkan puasa jika mereka ditemukan memiliki masalah medis. Sebagian besar dokter akan menyarankan pasien untuk menghindari puasa jika mereka memiliki kondisi medis seperti tukak lambung akut, tuberkulosis paru, asma bronkial, kanker, diabetes Tipe 1 dan Tipe 2, yang memiliki kontrol glikemik yang buruk (HbA1c >12%), ketidakpatuhan terhadap diet atau obat/rezim oral, empat atau lebih episode hipoglikemia dan/ atau hiperglikemia selama bulan sebelumnya, pada 2 dan lebih banyak suntikan insulin per hari, kalkulus urin, penyakit kardiovaskular, psikiatri, gangguan hati, disfungsi hati di mana enzim hati lebih dari dua kali batas atas normal atau kehamilan

Risiko yang terkait dengan pasien yang menderita diabetes termasuk hipoglikemia, yang mencakup gejala seperti gemetar, tremor, berkeringat, cemas, pusing, kelaparan, detak jantung cepat atau palpitasi, gangguan penglihatan, kelelahan atau kelemahan, sakit kepala, konsentrasi yang buruk dan lekas marah.

Pasien dengan diabetes harus selalu berdiskusi dengan dokter medis mereka sebelum membuat keputusan untuk berpuasa selama bulan Ramadan. Bahkan, mereka harus diberikan penilaian dan konseling pra-puasa bersama dengan pendidikan intensif tentang komplikasi diabetes.

Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat.